Menghadirkan Kesejukan Religi di tengah Hiruk Pikuk
Pasar
A.
Hadits
حَدّثَنَا اَحْمَدُ بْنُ مَنِيْعٍ : حَدَّثَنَا
يَزِيْدُ بْنُ هَا رُوْنَ قَالَ : حَدَّثَنَا أَزْهَرُ بْنُ سِنَانٍ : حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ وَاسِعٍ قَالَ : قَدِمْتُ مَكَّةَ فَلَقِيَنِيْ أَخِيْ سَالِمُ
بْنُ عَبْدِاللهِ بْنُ عُمَرَ فَحَدَّنِيْ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ اَنَّ
رَسُوْلُ اللهِ صلّى الله عليه و سلّم قَالَ : " (( مَنْ دَخَلَ السُّوْقَ
فَقَالَ لَا اِلَهَ إِلّاالله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ
الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَ يُمِيْتُ وَهُوَ حَيُّ لَا يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٍ, كَتَبَ الله لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَ
مَحَى عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَ رَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ
))"
[قَالَ اَبُوْ عِيْسَى] : هَذَا حَدِيْثُ غَرِيْبٌ
وَ قَدْ رَوَاهُ عَمْرُ و بْنُ دِيْنَارٍ, [وَهُوَ] قَهْرَمَانُ الِ الزُّبَيْرِ
عَنْ سَالِم بْنِ عَبْدِاللهِ هَذَا الْحَدِيْثَ نَحْوَهُ.
(رواه التّرمذى فىالجامع, كتاب الدعوات عن
رسول الله صلّى الله عليه و سلم, باب ما يقول اذا دخل السوق)
B.
Terjemah
Ahmad bin mani’ menceritakan kepada kami, Yazid
bin Harun menceritakan kepada kami, dia berkata: Azhar bin sinan menceritakan
kepada kami, muhammad bin wasi’ berkata: saya datang ke mekkah dan bertemu dengan saudaraku Salim bin Abdullah
bin Umar menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari kakeknya bahwasanya Rosulullah
SAW bersabda :”Barangsiapa yang memasuki pasar kemudian dia
mengucapkan, 'Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak
ada sekutu bagiNya, milikNya kerajaan dan pujian, Yang Menghidupkan dan Yang
Mematikan, dan Dia Mahahidup tidak akan mati, di tanganNya-lah kebaikan, dan
Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,' niscaya Allah menuliskan baginya sejuta
kebaikan dan menghapuskan darinya sejuta kejelekan serta mengangkat derajatnya
hingga sejuta derajat'’.
Abu ‘Isa Berkata: Hadits ini Hadits yang ghorib(langka) dan Amar bin
dinar(dia adalah kepala keluarga Zubair) meriwayatkan dari Salim bin Abdillah
Seperti hadits ini. (HR.Tirmidzi di sunan tirmidzi dalam kitab adda’awat
bab perkataanketika masuk pasar).[1]
C.
Mufrodat
السّوْقَ :
Pasar
أَلْفَ أَلْفِ : Satu juta
َرَفَعَ : Meninggikan
D. Biografi Perawi
Nama
lengkapnya adalah Umar bin Khaththab bin Nufail bin Abdul Izzy bin Rabah bin
Qirath bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luay al-Quraisy al-‘Adawy. Terkadang
dipanggil dengan Abu Hafash dan digelari dengan al-Faruq. Ibunya bernama
Hantimah binti Hasyim bin al-Muqhirah al-Makhzumiyah.[2]
Umar ibn
khattab berasal dari etnis bani adi yang terkenal sebagai Etnis yang terpandang
mulia dan berkedudukan tinggi. Ia lahir di kota mekkah. Umar mempunyai postur tubuh
yang tegap dan kuat, wataknya keras, berani dan sangat di siplin. Umar sebelum
memeluk agama islam ia adalah seorang tokoh arab, yang sangat terhormat,
berwibawa dan mempunyai pengaruh yang sangat besar, ia sangat keras menentang
seruan dan ajaran yang yang di bawa oleh rosulullah saw.namun setelah masuk islam, ia menemani nabi dan
menjadi sahabatnya yang sangat dekat . umar bin khattab seorang tokoh besar
terkenal jujur, dan ahli hadits. Keberanian, ketegasan dan kejujurannya nabi
saw memberinya gelar Al-faruq, maksudnya seorang pembeda antara yang hak dan
yang bathil. Dia lah yang menggagas pengumpulan dan penulisan ayat-ayat
Al-qur’an pada zaman khalifah Abu Bakar. Umar bin khatab menggantikan abu bakar
sebagai khalifah yang kedua dari tahun 13 H-23H/ 634 m- 644M. Selama 6 tahun 10
bulan ia memerintah sebagai khalifah. Walaupun sibuk dalam dunia politik untuk
kekuasaan dan kekuatan islam, ia pun sempat meriwayatkan sebanyak 537 hadits. Pada
hari rabu bulan Dzulhijah tahun 23 H ia wafat, ia ditikam ketika sedang
melakukan Shalat Subuh beliau ditikam oleh seorang Majusi yang bernama Abu
Lu’luah budak milik al-Mughirah bin Syu’bah diduga ia mendapat perintah dari
kalangan Majusi. Umar dimakamkan di samping Nabi dan Abu Bakar ash Shiddiq,
beliau wafat dalam usia 63 tahun.[3]
E. Keterangan Hadits
Dalam Hadits di atas, menerangkan tentang apa yang harus kita Ucapkan
ketika masuk Pasar. Dalam hadits di
sebutkan السّوق ( Pasar), yang
dimaksud dengan pasar adalah semua
tempat yang didatangkan dan diperjual-belikan padanya berbagai macam barang
dagangan. Pasar di sini mencakup pasar tradisional, pasar modern, super market,
mall, toko-toko besar dan lain-lain. Pasar membuat manusia lalai dari mengingat Allah karena disibukkan oleh dagangannya. Maka di sanalah tempat berkumpulnya setan dan
bala tentaranya, sehingga orang yang berzikir di tempat seperti itu berarti dia
telah memerangi setan dan tentaranya. Orang yang berdzikir ketika di pasar akan mendapat
keutamaan yang besar dan pahala bagi orang yang membaca dzikir tesebut. Menurut
Imam ath-Thiibi berkata,“Barangsiapa yang berzikir kepada Allah (ketika berada) di pasar
maka dia termasuk ke dalam
golongan orang-orang yang Allah Ta’ala berfirman tentang keutamaan mereka,
رِجَالٌ لا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ
وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ
“Laki-laki
yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari
mengingat Allah”.
Menurut
Imam Tirmidzi Hadits ini isnadnya muttasil dan termasuk hadits hasan.[4]
F. Aspek Tarbawi
·
Tetap berdzikirlah ketika
berada di pasar.
·
Ketika seseorang yang
berdzikir di tempat orang-orang yang begitu lalai dari mengingat Allah -seperti
ketika di pasar-, maka dzikir ketika itu adalah amalan yang sangat istimewa.
·
Seorang muslim yanng datang ke pasar untuk mencari
rezki yang halal, dengan selalu berzikir (ingat) kepada Allah Ta’ala dan meninggalkan segala
sesuatu yang diharamkan-Nya, maka ini adalah termasuk sebaik-baik usaha yang diberkahi oleh
Allah Ta’ala.
·
Dzikir ini lebih
utama jika diucapkan dengan lisan disertai dengan penghayatan akan kandungan
maknanya dalam hati.
Karena dzikir yang dilakukan dengan lisan dan hati adalah lebih sempurna dan
utama
·
pasar
merupakan tempat yang Allah benci, sejelek-jeleknya tempat yang dimana terdapat berbagai macam kemungkaran, perbuatan dan perkataan sia-sia, belum
lagi disanalah tempat syaithan berkumpul.
[1] صالح
بن عبدالعزيز بن محمّد بن ابراهيم, الكتب الستّة,
(Riyadh : darussalam, 2000) hlm.2005 No. 3428.